BAHAYANYA KASUS CEMARAN FISIK DAN KIMIA PADA PRODUK OLAHAN PANGAN YANG SERING DIJUMPAI DI PINGGIRAN JALAN

Oleh, Sri Yuningsih

Ilmu dan Teknologi Pangan

 

Pada zaman sekarang ini banyak sekali jenis olahan pangan yang beredar di pasaran, selain itu kita sering melihat atau menjumpai produk olahan yang dijual di pinggir jalan contohnya produk gorengan (bakwan, tahu bulat, jamur krispi, singkong keju, dan lain sebagainya) yang belum terjamin keamanannya. Beberapa kasus cemaran yang dapat terjadi pada produk olahan yang dijual di pinggiran jalan seperti cemaran fisik dan cemaran kimia. Cemaran fisik yang dapat terjadi pada produk bakwan yaitu karena bakwan dijual di pinggir jalan akan ada banyak debu yang berterbangan dan menempel pada produk tidak kemungkinan kerikil pun juga bisa masuk, selain itu cemaran fisik seperti rambut manusia juga sering kali ditemukan pada produk, sehingga menjadikan produk tidak higenis lagi dan kerikil yang masuk ke dalam bakwan dapat melukai mulut konsumen.

Cemaran kimia yang dapat terjadi pada produk bakwan yang dijual di pinggiran yaitu sering kali pejual yang nakal untuk menjadikan bakwan itu tahan lama dan teksturnya renyah dengan sengaja memasukan minyak beserta pelastiknya sehingga pelastik yang masuk hancur dan bercampur dengan minyak karena pemanasan. Pada saat penggorengan bakwan, zat kimia yang terdapat pada plastik tadi akan menempel pada produk bakwan dan jika dikonsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Menurut PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) “Sebagian kemasan plastik berasal dari material polietilen, polipropilen, polivinilklorida (PVC) yang jika dibakar atau dipanaskan bisa menimbulkan dioksin, yaitu suatu zat yang sangat beracun dan merupakan penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang”. Selain itu, cemaran kimia yang dapat terjadi pada produk bakwan yaitu bakwan dikemasan menggunakan kertas bekas (koran), dimana tinta yang terdapat pada kertas koran mengadung senyawa timbal (Pb), minyak panas dapat melarutkan timbal pada tinta, sehingga timbal berimigrasi ke dalam produk bakwan dan bila produk bakwan tersebut dikonsumsi berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut Amaral JH “Dampak timbal (Pb) atau sering disebut timah hitam bagi tubuh yaitu dapat merusak berbagai organ tubuh manusia, terutama sistem saraf, sistem pembentukan darah, ginjal, sistem jantung, dan sistem reproduksi. Timbal juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan anemia. Dampak negatif dari bahaya timah hitam adalah bahwa pencemaran timah hitam menurut penelitian merupakan penyebab potensial terhadap peningkatan akumulasi kandungan timah hitam dalam darah. Akumulasi timah hitam dalam darah yang relatif tinggi akan menyebabkan sindroma saluran pencernaan, kesadaran, anemia, kerusakan ginjal, hipertensi, neuromuskular, dan konsekuensi pathophysiologis serta kerusakan saraf pusat dan perubahan tingkah laku”.

Solusi untuk cemaran fisik pada produk bakwan yaitu dengan cara menutup adonan supaya tidak tercemar debu dan kerikil. Sedangkan solusi untuk minyak goreng yang digunakan agar aman yaitu dengan cara mengganti minyak goreng yang sudah dua kali ulangan dan jangan memasukan minyak beserta pelastiknya. Selain itu, solusi untuk kemasan yang baik untuk mengemas bakwan yaitu dengan menggunakan kemasan kertas yang dapat menyerap minyak. Hal yang paling terpenting yaitu menyadarkan para produsen akan keamanan pangan yang akan dijualnya karena bersangkutan dengan keamanan dan kesehatan konsumennya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *