Oleh, Alma Ainun Namiroh
Ilmu dan Teknologi Pangan

 

Akhir-akhir ini masyarakat dunia termasuk Indonesia di hebohkan dengan bahayanya sedotan plastik. Nah perlu kalian ketahui sampah-sampah plastik sampai saat ini masih menjadi masalah besar untuk lingkungan. Untuk mengatasinya, berbagai aktivitas untuk mengurangi masalah sampah plastik pun dilakukan salah satunya adalah gerakan tanpa sedotan.

Gerakan tanpa sedotan plastik ini berangkat dari banyaknya sampah plastik di dunia. Sampah sedotan plastik menduduki peringkat kelima penyumbang sampah plastik di dunia.

Berbeda dengan sampah plastik lainnya, sampah sedotan plastik ini cenderung terabaikan lantaran ukurannya yang kecil dan tidak memiliki nilai jual untuk di daur ulang. Dilansir CNN, setiap tahunnya di Amerika saja ada sekitar 500 juta sedotan plastik yang dibuang setelah dipakai sekali. Jumlah itu cukup untuk mengelilingi bumi sebanyak 2 kali! Ini membuat sedotan plastik jadi sampah nomor 6 terbesar yang diproduksi manusia. Itu baru di AS ya, belum di negara lain termasuk Indonesia, dimana kita sangat mudah menemukannya di setiap warung, toko, atau restoran.

Pemakaian sedotan plastik kalau tidak bisa dikendalikan akan terus menimbulkan bahaya bagi biota laut dan manusia itu sendiri. Ada setidaknya 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan penyu dilaporkan mati akibat sampah plastik. Pertengahan 2017 lalu, viral sebuah video mempertontonkan sekelompok orang membantu mengeluarkan sedotan plastik dari hidung seekor penyu. Entah ada berapa ribu spesies lain yang harus tersiksa seperti penyu tersebut cuma karena limbah plastik. Punahnya ribuan bahkan jutaan spesies laut tentu akan mengganggu ekosistem dan rantai makanan. Tak menutup kemungkinan jika masalah ini terus berlanjut, manusia pun akan terkena imbasnya.

Hingga saat ini kampanye-kampanye terus digalakkan untuk penggunaan sedotan plastik. Di Indonesia ada komunitas Divers Clean Action (DCA) dengan kampanye #NoStrawMovement. Awalnya mereka menemukan banyak sedotan plastik yang mendominasi sampah saat kegiatan bersih laut. Dan kebanyakan sampah sedotan plastik itu berasal dari restaurant cepat saji, DCA menggelar kampanye #NoStrawMovement untuk mengetuk kepedulian industri-industri minuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *