ESSAY PEMANFAATAN TEKNOLOGI E-COMMERCE UNTUK PRODUK KHAS GARUT


PEMANFAATAN TEKNOLOGI E-COMMERCE UNTUK

PRODUK KHAS GARUT

Garut Merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki tempat wisata yang menarik dan mengagumkan untuk dikunjungi. Masyarakat yang ramah tamah dan lingkungan alam yang masih asri menjadi gaya khas tersendiri sehingga tidak heran jika Kabupaten Garut banyak yang menyebut Kota intan. Selain memiliki tempat wisata yang bernilai estetis, Garut juga dikenal dengan makanan khasnya yaitu dodol Garut, yang sering dikatakan masyarakat luar garut dengan oleh oleh khas Garut. Selain dodol masih banyak produk yang lain seperti Chocodot, Opak Bungbulang, dorokdok kerupuk kulit, comring banjarwangi, wajit Cisompet, dan lain lainnya sehingga produk makanan khas garut memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Tidak hanya makanan, garut juga memiliki kerajinan kerajinan yang terkenal juga memiliki kualitas sehingga menjadi nilai jual tersendiri, seperti jaket kulit, batu akik bungbulang.

Pesatnya Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi dengan dukungan teknologi internet, memudahkan pelaku bisnis untuk memperoleh informasi apapun, untuk mengembangkan binisnya, bahkan sekarang informasi apapun dapat dengan mudah diperoleh dan harus selektif menerimanya. Penggunan internet dalam berbisnis mengalami perubahan dari fungsi menjadi alat untuk mengaplikasikan pemasaran bisnis, misalkan: inovasi, penjualan, pemasaran, dan pelayanan pelanggan. Dengan internet pemasaran memiliki efektivitas tersendiri dengan cakupan yang sangat luas bukan hanya lokal tapi mencakup internasional. Tentu hal ini sangat diperlukan dalam pemasaran produk produk khas garut untuk eksis dan bersaing dengan produk dalam negeri dan luar negeri. Pemasaran di internet konsumen berkomunikasi langsung dengan produsen walaupun lokasi keduanya berbeda wilayah. Dengan kodisi zaman yang terus berkembang dan teknologi semakin canggih maka dipelukan penerapan E-commerce Electronic (e-ommerce) yang mampu mewadahi produk produk khas garut yang dapat diakses konsumen secara online dari berbagai tempat.

Mendangar kata e-commerce sedikit agak asing bagi kalangan masyarakat pada umumnya, Electronic Commerce (e-commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer. ecommerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (database), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-commerce ini. Dalam pengaplikasiannya e-commerce memiliki nilai rantai struktur yang dapat membantu pebisnis mengembangkan bisnisnya, strutur tersebut terdiri dari tiga unsur penting sebagai penunjang. Sistem pertama adalah distribusi, kedua pembayaran, dan ketiga informasi. Tercapainya tiga struktur tersebut untuk mengefektifkan aplikasi e-commerce dari distribusi, jasa trasportasi sehingga dapat tercapai ketersinambungan antara produsen dan konsumen juga mencapai sistem perdagangan yang efektif memangkas biaya operasional.

e-commerce dapat mempromosikan berbagai jenis produk baik itu barang atau jasa tidak hanya mengandalkan kekuatan produk dan jasa saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik. Daftar harga dan kustomisasi produk atau jasa bisa ditawarkan melalu website dan terinformasikan secara cepat juga dapat membangun database pelanggan yang komperhensif. Dengana adanya wadah e-commerce produk barang dan jasa khas garut akan seperti toko online yang menawarkan beberapa jenis dan macam yang berbeda dengan kerjasamanya produsen dengan penyedia barang dan jasa khas garut dengan pelakasana e-commerce.

Manfaat yang dimiliki dari penerapan e-commerce mendapatkan konsumen baru, menarik konsumen untuk tetap bertahan, meningkatkan mutu layanan, dan melayani konsumen tanpa batas waktu. Dampak positif yang dapata dirasakan menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak hampir semua belahan dunia, menekan waktu siklus dan tugas tugas administratif, layanan konsumen yang lebih responsif dan memuaskan, dan menghadirkan pasar maya. Pengaplikasian e-commerce juga memiliki dampak negatif seperti kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan, pencurian informasi rahasia yang berharga, kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan, kehilangan kepercayaan dari para konsumen, dan kerugian yang tidak terduga. Dalam pemanfaatan dan pengguanan Teknologi internet berbasis e-commerce dapat mengembangakn inovasi penjualan barang dan jasa produk khas garut yang mampu bersaing dan dapat memasarkan baik dalam bentuk fisik maupun digital.

DAFTAR PUSTAKA

Agung Wibowo, Agung. 2016. Pemanfaatan Teknologi E-Commerce Dalam Proses Bisnis. http://journal.unrika.ac.id/index.php/equi/article/download/222/215. Diakses: 5 maret 2018

Sukmajati, Anina. 2009. Penerapan E -ommerce untuk Meningkatkan Nilai Tambah (Added Value) bagi Perusahaan. http://aninasukmajati.wordpress.com. diakses: 5 Maret 2018

ZAT KIMIA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK


Waspadalah! Zat Kimia Berbahaya

yang Terdapat pada Jajanan Anak SD

 JAJANAN ANAK

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia untuk memenuhi kebuhutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi apa yang akan terjadi jika makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melainkan sebaliknya makanan yang dikonsumsi membahayakan kesehatan. Untuk itu kita harus memperhatikan keamanan pangannya terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.

Pada jaman sekarang banyak sekali makanan khususnya jajanan anak SD yang menggunakan bahan tambahan makanan, tujuan penggunaan BTP yaitu untuk menambahkan cita rasa, untuk mendapatkan tampilan warna yang lebih menarik serta untuk mengawetkan. Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 No.1168/Menkes/PER/X/1999 secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempuyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi (termasuk organoleptik) pada pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pewadahan, pembungkusan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan (langsung atau tidak langsung) suatu komponan yang mempengaruhi sifat khas makanan.

Pada dasarnya penggunaan BTP adalah diperbolehkan asalkan sesuai dengan aturan atau dosis yang telah ditetapkan, berbeda lagi dengan bahan tambahan seperti zat kimia yang berbahaya yang kerap ditemukan dibeberapa produk makanan sangat tidak diperbolehkan atau dilarang. Berdasarkan data dari BPOM tahun 2007 menunjukkan bahwa pada jajanan anak sekolah (PJAS) dari 478 sampel SD di 26 provinsi terdeteksi 49,43% tidak memenuhi persyaratan (TMS). PJAS tersebut terindikasi menggunakan pewarna rhodamin B, pengawet TMS, boraks dan formalin. Keadaan ini apabila dibiarkan akan berdampak kurang baik terhadap kondisi kesehatan anak, karena 78% anak sekolah jajan di sekolah dan sekitar 36% asupan energi terpenuhi dari PJAS (Anonim, 2007).

Berikut adalah ciri-ciri makanan yang mengandung bahan tambahan berbahaya yang kerap ditemukan pada jajanan anak SD.

Formalin

 FORMALIN

Mi basah berformalin: Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10ºC).

Tahu berformalin: Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat. Tidak rusak sampai 3 hari dalam suhu kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas.

Boraks

BORAKS

Bakso: Teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi lebih cenderung keputihan.

Snack: Misalnya lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan memberikan rasa getir.

Kerupuk: Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

Ciri-ciri Es Krim yang mengandung bahan tambahan berbahaya

  • Menggunakan pewarna tekstil/rodamin warna es krim lebih mencolok
  • Rasa manisnya lebih tahan, meskipun es krim sudah ditelan, akan tetapi manisnya masih terasa.

Rhodamin B dan methanyl yellow

Rhodamin B dan methanyl yellow

Ciri makanan yang menggunakan pewarna rhodamin B dan methanyl yellow yaitu warnanya mencolok, cerah mengilap, warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal), ada sedikit rasa pahit, muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya (kompas, 2011).

Sebagai orang tua kita harus memperhatikan serta menjaga apa saja yang dikonsumsi anaknya, karena jika keseringan mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan tambahan berbahaya dapat mengganggu kesehatan jangka panjang seperti kangker darah, kangker otak, kerusakan ginjal, diabetes, tumor, liver dan berbagai penyakit lainnya.

OLEH: SRI YUNINGSIH

KEAMANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH


Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah

KEAMANAN PANGAN

Pangan Jajanan anak Sekolah

Pangan jajanan anak sekolah adalah makanan atau minuman siap saji yang diperjualbelikan di lingkungan sekolah yang menjadi konsumsi sehari-hari anak sekolah. Pangan jajanan umumnya dijual untuk langsung dikonsumsi tanpa proses penanganan atau pengolahan lebih lanjut. Pangan jajanan anak sekolah umumnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu makanan utama (nasi goreng, mie bakso, mie ayam, dsb.), penganan atau kue-kue (seperti tahu goreng, cilok, cibay, dsb.) dan minuman (es campur, es goyang, sirup, dsb.)

Anak sekolah cenderung memiliki kebiasaan jajan yang tinggi sehingga kondisi jajanan yang aman perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan bagi anak. Secara garis besar, bahaya yang terdapat pada pangan digolongkan dalam tiga jenis, yaitu bahaya fisik, kimia, dan mikrobiologi. Bahaya tersebut dapat terjdai apabila higienitas dan sanitasi tidak kita lakukan dengan baik.

Higienitas dan Sanitasi

Higienitas dan sanitasi merupakan dua istilah yang berbeda namun saling berkaitan satu sama lain. Secara sederhana, higienitas adalah kebersihan individu atau orang itu sendiri sedangkan sanitasi adalah kebersihan lingkungannya. Selama proses pengolahan bahan pangan, higienitas dan sanitasi harus selalu diperhatikan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Kualitas ini yang nantinya akan mempengaruhi keamanan produk pangan tersebut.

Bahaya Fisik

Bahaya fisik yang dapat terjadi dari jajanan anak sekolah, yaitu apabila jajanan dijual di tempat terbuka dan tidak disimpan dalam wadah tertutup sehingga kotoran seperti pasir, debu dapat mudah masuk kedalam jajanan. Bahaya kimia yang dapat terjadi dari jajanan anak sekolah, yaitu penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang melebihi batas yang diijinkan, dan penyalahgunaan pemakaian bahan kimia berbahaya. Sedangkan bahaya mikrobiologi dapat disebabkan oleh virus, parasit, kapang, khamir, toksin dan bakteri.

Berikut ini ada beberapa kunci agar jajanan yang dikonsumsi tidak menyebabkan gangguan bagi kesehatan, yaitu kenali pangan yang aman, beli pangan yang aman, baca label dengan seksama, jaga kebersihan dan catat apa yang ditemui.

DUDI DAMARA

BERAS PECAH KULIT


Mengenal Beras Pecah Kulit (Beras Coklat)

BERAS PECAH KULIT

Beras merupakan pangan pokok yang dikonsumsi oleh 95% penduduk Indonesia selain jagung, sagu dan ubi jalar. Beras merupakan butiran-butiran gabah yang diambil dari padi yang telah dihilangkan bagian sekamnya. Struktur butiran beras tersusun atas lapisan yang sangat tipis (kulit ari/dedak/bekatul), kulit beras, butir biji dan mata (embrio). Komposisi kimia penyusun pada beras sebelum dihilangkan sekamnya tersusun atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan mineral.

APA ITU BERAS PECAH KULIT?

Beras pecah kulit atau beras coklat adalah beras yang disosoh atau digiling yang masih mengandung lapisan dedak atau bekatul. Beras ini didapatkan saat penggilingan pertama. Beras yang beredar di Indonesia pada umumnya adalah beras giling sempurna atau biasa disebut beras putih.

Proses penggilingan atau penyosohan beras menjadi beras berwarna putih ternyata telah menghilangkan sekitar 80% vitamin B1, 70% vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi (Fe), 100% serat, dan asam lemak esensial. Sedangkan satu takaran beras pecah kulit atau beras coklat mengandung 90% mangan (Mn), 21% magnesium (Mg), 14% serat,  selenium (Se) dan asam lemak esensial. Beras pecah kulit atau beras coklat juga kaya fitonutrien yang merupakan antioksidan, misalnya quercetin, curcumin, ellagic acid dan catechins. Lebih dari 80% fitonutrien terdapat pada kulit ari, maka proses penggilingan dan penyosohan beras menjadi beras putih telah membuang sebagian besar fitonutrien.

MANFAAT BERAS PECAH KULIT

Manfaat dari kandungan beras pecah kulit atau beras coklat ini adalah mangan berperan pada proses metabolisme tubuh, serat dapat mengurangi kegemukan serta dapat melindungi terhadap konstipasi dan risiko kanker kolon, selenium (Se) merupakan mineral yang berfungsi penting dalam metabolisme tubuh, antioksidan, dan berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, asam lemak esensial yang terkadung pada beras pecah kulit atau beras coklat  dapat menurunkan kolesterol LDL.

Jadi beras pecah kulit atau beras coklat lebih baik dikonsumsi dari pada beras putih. Hal ini disebabkan beras berwarna putih hanya mengandung karbohidrat saja sedangkan beras pecah kulit atau beras coklat mengandung vitamin, mineral, serat, protein, lemak dan karbohidrat. Akan tetapi beras pecah kulit atau beras coklat ini tidak tahan lama atau mudah tengik yang disebabkan kulit ari pada beras mudah teroksidasi.

EFEK JUNK FOOD (MAKANAN SAMPAH) UNTUK REMAJA


EFEK JUNK FOOD (MAKANAN SAMPAH) UNTUK

REMAJA

JUNK FOOD

USIA REMAJA

Usia remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Pada masa pertumbuhan, usia remaja membutuhkan asupan zat gizi yang lengkap serta pola makan yang sehat dan teratur. Asupan zat gizi yang kurang lengkap dapat berpotensi menimbulkan masalah gizi pada remaja. Masalah asupan gizi pada remaja akan mempengaruhi kesehatannya. Timbul masalah gizi pada remaja dikarenakan pola makan yang salah dan juga jenis makanan yang dikonsumsinya.. Sekarang ini banyak remaja yang mengkonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji atau junk food yang mengandung jumlah lemak yang besar. Kehadiran junk food dalam industri makanan indonesia dapat mempengaruhi pola makan remaja, junk food akan memberikan efek buruk pada remaja yang gemar mengkonsumsinya. Salah satu efek buruk dari mengkonsumsi junk food adalah kegemukan atau obesitas karena junk food merupakan jenis makanan yang tinggi kandungan garam, gula, lemak dan tinggi kalori serta rendah nutrisi. Junk food juga dapat diartikan sebagai makanan rongsokan atau makanan yang tak berguna. Makanan yang dijadikan sebagai perilaku gaya hidup yang muncul karena globalisasi dan modernisasi ini tidak memiliki nilai-nilai nutrisi yang baik bagi tubuh.

KONSUMSI JUNK FOOD SAAT INI

Pada saat ini konsumsi junk food telah menjadi bagian dari perilaku remaja dan anak sekolah di luar rumah, junk food sebagian besar berasal dari negara barat, seperti KFC, Pizza Hut, Hamburger, dan jenis cemilan lainnya yang sering di anggap sebagai kehidupan modern dan juga makanan favorit oleh anak remaja maupun anak sekolah pada zaman sekarang. Gaya hidup yang berlebihan dalam mengkonsumsi makanan ini dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas yang akan memberikan pengaruh buruk pada perkembangan dan pertumbuhan usia remaja. Oleh karena itu, konsumsi makanan di usia remaja harus diperhatikan, harus selektif dalam memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi tidak hanya memperhatikan kepraktisan dan rasanya saja tapi juga perhatikan nilai gizi yang terkandung didalamnya serta bagaimana proses pengolahanya, maka dapat dikatakan makanan tersebut adalah makanan yang sehat dan baik bagi tubuh.

 

Widi Lestari

BAHAYA KONSUMSI MINUMAN BERSODA BAGI ANAK-ANAK


BAHAYA KONSUMSI MINUMAN BERSODA BAGI

ANAK-ANAK

Minuman bersoda

Banyak yang kurang sadar akan bahaya meminum minuman bersoda khususnya bagi anak-anak. Kebanyakan anak-anak pada tingkat sekolah dasar, pada jam istirahat di sekolah dan setelah pelajaran olahraga mereka lebih suka meminum minuman ringan. Pada dasarnya hanya air mineral yang diberi CO2, namun dalam minuman ringan, ditambahkan lagi  caramel, pewarna, dan pemanis yang menjadikannya berbahaya, baik itu untuk tulang, gigi, dan menyebabkan diabetes serta obesitas. Dapat juga menyebabkan masalah pada ginjal anak maupun dewasa. Dalam hal ini sebaiknya orang tua berfikir cerdas untuk asupan anak-anaknya, apalagi pada saat mereka di sekolah jauh dari perhatian orang tua dan kemungkinan besar mereka membeli makanan atau minuman yang kurang baik bagi mereka. Jika kejadian ini berlanjut secara terus menerus yaitu pada tingkat anak di sekolah dasar, secara rutin mereka menGkonsumsi minuman bersoda itu akan berdampak sangat serius pada kesehatan anak-anak.

Beberapa fakta tentang bahaya minuman bersoda yaitu:

  1. Dalam Satu kaleng minuman bersoda sama dengan 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dan kekurangan Vitamin B bisa mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan,pusing, sulit tidur, tegangnya urat syaraf, cemas dan kejangnya otot.
  2. Mengandung CO2 yang akan menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, demikian jika menkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Kemudian juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung.
  3. Asam fosfor yang terengandung bisa menyebabkan rapuh dan lemahnya tulang, apalagia pada usia pertumbuhan, yang menjadikan keretakan pada tulang.
  4. Senyawa asam fosforik, malik dan karboik yang terkandung juga menyebabkan tergerogotinya lapisan pelindung gigi.
  5. Zat kimia buatan bisa merusak otak, dan menyebabkan hilangnya ingatan secara bertahap, dan juga bisa menyebabkan rusaknya fungsi hati.
  6. Dengan pH asam bisa meluruhkan gigi dan tulang, contohnya pada pada minuman-minuman bersoda seperti Pepsi Cola dan Coca Cola derajat keasaman (pH) yang mencapai 3-4 (sangat asam).

Kebiasaan sebagian orang yang meminum minuman dingin bersoda setelah makan, ini mempengaruhi enzim-enzim pencernaan, dimana merendahkan suhu panas tubuh, sehingga enzim-enzim pencernaan kehilangan kemampuannya untuk bekerja. Jika pada suhu tubuh normal merupakan sushu untuk fungsi kerja enzim, maka enzim-enzim tidak bisa mencerna makanan dengan baik bila menkonsumsi minuman soda, dan sebagian zat beracun berpindah bersama darah menuju sel-sel tubuh, dan pada akhirnya membuat bermacam-macam penyakit.

Nyimas Rupiah

PENERAPAN ADSORBEN UNTUK MENGURANGI KADAR KROM (Cr)


PENERAPAN ADSORBEN UNTUK MENGURANGI

KADAR KROM (Cr) PADA SUNGAI CIGULAMPENG DAN

SUNGAI CIWALEN

 PENERAPAN ADSORBEN UNTUK MENGURANGI KADAR KROM (Cr)

Permasalahan pencemaran air yang disebabkan oleh industri penyamakan kulit di kawasan Sukaregang, Kabupaten Garut terus menjadi sorotan berbagai pihak. Industri ini menggunakan krom (Cr) dalam proses untuk memperoleh kulit tersamak. Cr tersebut tidak semuanya diserap oleh kulit sehingga menghasilkan limbah krom yang terbukti sudah mencemari sungai Cigulampeng dan sungai Ciwalen. Permasalahan ini sangat meresahkan warga sekitar pasalnya logam Cr ini juga mencemari sumur-sumur warga sekitar dimana warga sehari-hari mengkonsumsi air dengan adanya logam berat Cr. Logam Cr merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik, toksisitasnya tergantung pada valensi ionnya, dan toksisitas Cr+6 ±100 kali toksisitas Cr+3 (Perdana et al., 2013). Selain toksik, Cr+6 bersifat sangat korosif dan karsinogenik (Rahmawati & Suhendar, 2015).

Dalam upaya menangani pencemaran air oleh logam Cr, maka diperlukan teknik pengolahan limbah yang tepat, praktis, dan murah. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi ion logam Cr dalam limbah cair, antara lain dengan cara pengendapan, pertukaran ion, adsorpsi, elektrolisis (Suhartini, 2013; Nurfitriyani et al., 2014). Metode adsorpsi merupakan cara konvensional tetapi paling efektif untuk mengurangi ion logam Cr terutama Cr+6 (Dewi & Ridwan, 2012). Salah satu adsorben alternatif  yang menjanjikan adalah penggunaan karbon dari limbah organik seperti limbah tanaman jagung, padi, pisang, dan lain-lain.

Keuntungan menggunakan metode  tersebut dibandingkan dengan metode lain, seperti pengendapan secara kimia, membran filtrasi, pertukaran ion, dan ekstraksi pelarut adalah: metode adsorpsi lebih murah; tidak menimbulkan efek samping beracun dan efektif pada konsentrasi logam yang rendah (Igwe dan Abia, 2007); selain itu jenis adsorben yang digunakan juga banyak dan beragam (El-Said, et al., 2012) seperti kitosan. Penggunaan adsorben tersebut membutuhkan proses pembuatan yang lebih lama, cenderung menggunakan bahan kimia dan mahal (Igwe dan Abia, 2007), sehingga diperlukan alternatif lain yang lebih murah, bahan dasarnya mudah diperoleh (El-Said, et al., 2012), serta tidak membutuhkan proses pembuatan yang lama dan tidak memerlukan banyak perlakuan dalam pembuatannya (Ngah dan Hanafiah, 2008). Adsorbsi dapat dibuat oleh masyarakat sendiri maka masyarakat dapat mengaplikasikan sendiri. Dengan menggunakan adsorbsi maka dapat mengurangi kadar Cr, maka masyarakat sekitar dapat mengkonsumsi air yang layak dan tidak harus resah lagi mengenai sumur mereka  yang terkontaminasi oleh logam berat Cr. Dalam hal ini pemerintah juga harus ikut berperan dalam mengadakan penyuluhan tentang cara pembuatan dan penggunaan adsorben. Pemerintah melalui instruksinya menyerukan agar pabrik penyamakan kulit sukaregang melakukan penyulingan atau penyaringan limbah menggunakan adsorben, dan juga mengadakan penyuluhan kepada petani untuk melakukan penyaringan air irigasinya menggunakan adsorben.

Hanief Ilestin Maharani

Mahasiswa Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian

Universitas Garut

POLA GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK ANAK


PENERAPAN POLA GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK-ANAK DI INDONESIA

Indonesia tergolong negara dengan status kekurangan gizi yang tinggi karena masih tingginya angka washing (kurus) dan stunting pada tahun 2013 sekitar 13,5 % washing, dan 36,4% stunting (WHO, 2014). Dengan melihat permasalahan tersebut maka diperlukan solusi untuk mengurangi bertambahnya wasted dan stunting di Indonesia yaitu dengan menerapkan pola gizi seimbang.

Untuk pola gizi seimbang sendiri sebenarnya sudah lama diterapkan oleh beberapa negara maju. Indonesia baru menerapkan pola gizi seimbang pada tahun 1996 yang kemudian disempurnakan pada tahun 2010. Sebelum tahun 1996 pada tahun 1950-an Indonesia menerapkan pola makan 4 sehat 5 sempurna dimana kedua pola tersebut memiliki perbedaan yaitu pada 4 sehat 5 sempurna  berisi pesan makan nasi, lauk, sayur, buah dan minum susu. Sedangkan dalam pola gizi seimbang tidak hanya tentang keanekaragaman makanan, tetapi dilengkapi juga dengan menjaga kwbersihan diri, aktivitas fisik secara teratur dan mempertahankan berat badan normal.

Pola gizi seimbang memiliki pengertian sebagai susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip-prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Ada 10 pesan gizi seimbang yaitu

  1. Syukuri dan keanekaragaman makanan
  2. Banyak makan dan cukup buah
  3. Biasakan konsumsi aneka ragam makanan pokok
  4. Biasakan konsumsi lauk pauk yang berprotein tinggi
  5. Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak
  6. Biasakan Sarapan Pagi
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Dengan menerapkan 10 pesan gizi ini kepada masyarakat Indonesia khususnya anak-anak maka Indonesia dapat mengurangi angka stunting dan wasting di Indonesia. Dalam hal ini pemerintah juga harus ikut berperan dalam menerapkan pola gizi seimbang dengan memberikan penyuluhan akan pentingnya penerapan pola gizi seimbang.

Hanief Ilestin Maharani

Mahasiswa Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian

Universitas Garut

PENYAKIT BAWAAN BAHAN PANGAN (foodborn disease)


Penyakit Bawaan Bahan Pangan

foodborn disease

Foodborne Disiase atau penyakit bawaan makanan adalah penyakit yang disebabkan oleh suatu agens atau suatu organisme yang masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi (WHO).

Penyakit bawaan makanan, yang kadang disebut dengan keracunan makanan, berasal dari makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini Sebenarnya, mempunyai gejala bervariasi mulai dari kelelahan, menggigil, demam ringan, pusing, sakit kepala, sakit perut, diare, dehidrasi, kram parah, masalah penglihatan, dan bahkan kematian.

Cara orang bereaksi terhadap bakteri bawaan makanan dan makanan yang terkontaminasi berbeda. Satu orang mungkin tidak menunjukkan gejala; Orang lain mungkin menunjukkan gejala seperti sakit. Reaksi ini tergantung pada jenis bakteri atau toksin, seberapa banyak makanan yang terkontaminasi, berapa banyak makanan yang dimakan, dan kerentanan orang tersebut terhadap bakteri. Penyakit bawaan makanan ini  biasanya sebagian besar disebabkan oleh bakteri, hal ini dikarenakan penanganan makanan yang tidak tepat, akan tetapi makanan juga dapat terkontaminasi oleh virus, parasit, dan bahan kimia beracun.

Untuk bertahan dan berkembang biak, bakteri butuh waktu dan kondisi yang tepat seperti; makanan, kelembapan, dan suhu. Bakteri berkembang pada protein. Makanan yang mengandung protein seperti daging, unggas, ikan, telur, susu. Suhu ideal untuk pertumbuhan bakteri antara 40 ° F dan 140 ° F. Di atas 160 ° F, panas menghancurkan bakteri. Pendinginan makanan di bawah 40 ° F memperlambat pertumbuhannya. Pembekuan berhenti tapi tidak membunuh bakteri. Meskipun banyak bakteri yang menyebabkan penyakit bawaan makanan, ini adalah salah satu bakteri pembuat masalah diantaranya : Salmonella, Staphylococcus aureus, Campylobacter jejuni, Clostridium perfringens, Clostridium botulinum, Escherichia coli 0157: H7, dan Listeria monocytogenes. Anda juga mungkin mendengar tentang Shigella, Vibrio vulni fius, dan Yersinia enterocolitica, tiga bakteri lain yang menyebabkan penyakit bawaan makanan.

Didit Hadisiswaya

Kesadaran Masyarakat Tentang gizi


Membangun Kesadaran Gizi Masyarakat

Kesadaran Gizi

            Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia yang terletak di Asia Tenggara. Dengan wilayah yang berbentuk kepulauan, menyebabkan kurang meratanya pembangunan serta perkembangan di beberapa wilayah di Indonesia. Terlebih lagi wilayah yang berada di bagian timur Indonesia. Hal tersebut juga mempengaruhi terpenuhi atau tidaknya gizi bagi masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. Bahkan, di Pulau Jawa yang notabene adalah pusat dari pemerintahan Indonesia pun tak luput dari masalah ini. Contoh lain penyebab kurang terpenuhinya gizi masyarakat ialah karena penduduk Indonesia yang cenderung menikmati makanan enak yang tinggi garam, gula, dan lemak. Tetapi kurang akan serat dan vitamin dari sayur dan buah. Dari data pengamatan tahun 2014 s.d. 2016 menyebutkan, kekurangan gizi menurut indeks berat badan per usia, angkanya mencapai 17%. Padahal ambang batas angka kekurangan gizi WHO itu 10%. Sedangkan kategori kedua adalah kekurangan gizi berdasarkan indeks tinggi badan per usia. Dalam kategori ini, angka kekurangan gizi masih 27,5%. Kemudian, dalam kategori kekurangan gizi yang terakhir adalah indeks berdasarkan berat badan per tinggi badan. Berdasarkan kategori ini, angka kekurangan gizi mencapai 11%, yang terdiri dari kurus dan sangat kurus. Sedangkan, ambang batas WHO adalah 5%.

            Pada tahun 2017, angka gizi buruk menurun sebesar 27,5% seperti yang disebutkan oleh Mentri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Mengacu pada buku saku pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang diterbitkan Kementerian Kesehatan disebutkan bahwa konsumsi garam yang dianjurkan per orang per hari adalah 5 gram (setara dengan 1 sendok teh), konsumsi gula 50 gram (4 sendok makan), dan konsumsi lemak 78 gram (1,5-3 sendok makan). Berarti, Indonesia telah menerapkan hal tersebut pada lebih banyak penduduknya dibanding tahun sebelumnya.

Kesadaran Akan Tercukupinya Gizi

            Kesadaran akan tercukupinya gizi masyarakat harus terus ditingkatkan. Hal ini ditekankan agar menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan mencapai titik maksimal saat masa produktif. Dengan begitu maka Indonesia mampu bersaing di kancah Internasional dan unggul dari negara lainnya. Beberapa metode yang dapat diterapkan guna meningkatkan kesadaran gizi masyarakat, antara lain :

  • Membangun kesadaran diri akan kebutuhan gizi untuk diri sendiri dan keluarga.
  • Melakukan penyuluhan mengenai kebutuhan gizi masyarakat.
  • Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung kesadaran akan pentingnya kebutuhan gizi masyarakat.
  • Memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami gizi buruk di sebagian wilayah Indonesia.
  • Melakukan pemerataan pembangunan dan perkembangan pada wilayah-wilayah yang tertinggal.

Dari serangkaian pemaparan di atas, kesadaran gizi masyarakat merupakan salah satu aspek yang penting demi perkembangan sebuah negara. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Maka dari itu lebih baik juga kita menjaga kesehatan diri agar dapat memaksimalkan potensi diri guna memajukan Indonesia.

Oleh: WIdi Lestari