Bahaya Makan Sebalak


Bahaya makan seblak bagi kesehatan jika dikonsumsi tiap hari

Bahaya makan seblak tiap hari– Telah kita ketahui bahwa saat ini sebagian masyarakat indonesia telah mengenal jenis makanan yang dinamakan seblak. Hampir di setiap daerah makanan tersebut sudah pasti ada. Seblak merupakan makanan yang berbahan dasar dari kerupuk dan dimasak secara direbus. Bumbu yang digunakan dalam pembuatan seblak ini pun menjadi ciri khas yang sangat digemari oleh setiap orang yang menikmatinya. Hal ini mengakibatkan banyak nya yang menjual berbagai macam seblak di tiap-tiap daerah. Berbagai macam kreasi pun mulai dikeluarkan oleh para pembuat seblak sehingga membuat seblak ini banyak macamnya.

pemuat

Sebagian orang tidak pernah berfikir bagaimana bahaya nya yang terkandung di dalam seblak tersebut yang mereka tahu makanan tersebut terlihat enak untuk dimakan. Padahal kita tidak pernah tahu bahan – bahan yang digunakan oleh penjual itu dipilih dengan baik atau seadanya dibuat asalkan laku. Zaman sekarang tidak sedikit orang yang berjualan dengan cara yang sehat mereka lebih mementingkan keuntungan dari pada kesehatan. Terlebih lagi banyak pedagang yang memasak seblak tersebut dengan cara yang tidak benar. Selain itu juga dari bahan-bahan yang digunakan yaitu seperti :

Kerupuk

kerupuk merupakan bahan yang paling utama dalam pembuatan seblak, sebelum kita mengkonsumsi terlebih dahulu kita lihat warna yang ada dalam kerupuk tersebut, kalo kerupuk tersebut warnanya mencolok berarti kerupuk tersebut menggunakan bahan pewarna makanan yang berlebihan selain itu juga,  kita lihat tingkat kekenyalan kerupuk saat dimasak. Kerupuk yang masih kenyal itu tidak baik bagi kesehatan pencernaan.

Cabai

Cabai merupakan bahan yang sering digunakan dalam setiap jenis makanan. Setiap orang biasanya kalo makan tidak disertai dengan cabai akan ada yang kurang. Dalam proses pembuatan seblak penggunaan cabai juga harus diperhatikan tidak semua cabai yang digunakan pedagang seblak menggunakan cabai yang asli bisa jadi ditambahkan dengan cabai bubuk.

Penggunaan MSG

MSG memang tidak baik digunakan dalam makanan apalagi jika dikonsumsi tiap hari. Penggunan MSG yang berlebihan dapat memicu terganggunya fungsi organ dalam tubuh.

Menurut jawaban dari dr Kevin Jonathan Tandikan dalam Dokter BaBe menyebutkan bahwa dalam satu porsi seblak, terkandung sekitar 262 kalori dengan 45 % karbohidrat, 43 % lemak, dan 12 % protein. Namun, kandungan ini tidak menjadi pertanda bahwa seblak memiliki gizi yang dibutuhkan tubuh.

Konsumsi seblak tidak lah salah, akan tetapi harus diperhatikan intensitasnya. Jangan makan sebalk terlalu sering apalagi dikonsumsi nya setiap hari. Pastikan juga, asupan nutrisi dari buah dan sayur segar agar tetap terpenuhi.

oleh: Ridwan Lukman Nulhakim

Kasus Gizi Buruk


Kasus Gizi Buruk yang Terjadi pada Anak-anak

oleh : Sri Yuningsih

Gizi buruk merupakan suatu keadaan kekurangan gizi yang disebabkan oleh asumsi energi yang kurang dalam makanan yang dikonsumsi setiap harinya sehingga tidak memenuhi AKG (Angka Kecukupan Gizi). Ribuan balita di Kabupaten Garut mengalami gizi buruk. Kasus gizi buruk di Kabupaten Garut terjadi hampir di seluruh pelosok atau wilayah Kabupaten Garut. Sedangkan angka tertinggi berada di wilayah Garut Selatan. Faktor terjadinya ribuan balita di Kabupaten Garut alami gizi buruk disebabkan karena kurangnya pengetahuan orang tua dan lemahnya ekonomi (Andri B, 2016).

Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 54% kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Di negara-negara berkembang khususnya Indonesia angka kematian balita masih cukup tinggi.  Masalah gizi buruk pada anak masih menjadi salah satu poin penting yang terus dibahas dalam Millenium Development Goals (MDGs) (United Nations, 2013).

Kurang gizi pada masa Golden Age bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Kekurangan gizi pada balita di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun (Anik S, 2017). Dampak negatif kurang gizi pada balita yaitu berdampak terhadap pertumbuhan fisik maupun mental, menurunkan daya tahan tubuh, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat balita, bahkan menimbulkan kecacatan, meningkatkan angka kesakitan serta angka kematian (Rahim, 2014).

Faktor yang menyebabkan gizi buruk yaitu dibagi menjadi dua diaantaranya:

  • Faktor Langsung

Faktor penyebab langsung status gizi diantaranya: kurang adekuatnya intake asupan makanan yang mengandung protein dan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, perbedaan sosial dan budaya tentang kebiasaan makan yang mempengaruhi nutrisi, kurang pengetahuan tentang nutrisi, kelebihan makanan baik dalam jumlah maupun kualitas yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, adanya penyakit yang menyertai seperti pencernaan, absorspi makanan, gagal menyusun menu berdasarkan tingkat aktifitas dan istirahat (Purwaningrum, 2011).

  • Faktor Tidak Langsung

Faktor penyebab tidak langsung antara lain: pengetahuan ibu, pendidikan ibu, penghasilan keluarga, pola pengasuhan anak dan riwayat pemberian ASI eksklusif (Lastanto, 2014).

Gizi Buruk di Kabupaten Garut

Anak di bawah lima tahun (balita) banyak mengalami gizi buruk hal ini dikarenakan pada kelompok usia balita membutuhkan zat-zat gizi yang sangat besar dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Gizi buruk adalah kondisi seseorang yang nutrisinya jauh di bawah rata-rata (Putri R, 2015).

Jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Garut hingga kini mencapai 217 atau 0,09% dari jumlah sasaran keseluruhan 23.895 anak usia balita. Meski angkanya menurun dari jumlah pada tahun sebelumnya, jumlah angka penderita gizi buruk masih terbilang cukup tinggi (Tabloidintan, 2017).

Pada tahun 2010 persentase kasus berat badan kurang di Kabupaten Garut cukup tinggi yaitu 8,13%, faktor yang menyebabkan kasus gizi buruk di Kabupaten Garut yaitu karena kurangnya pendidikan/pengetahuan orang tua serta rendahnya pendapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Dewi M, 2011). Selain itu, faktor yang menyebabkan ribuan balita di Kabupaten Garut mengalami gizi buruk karena Kabupaten Garut merupakan daerah yang rawan akan pangan dilihat dari segi konsumsi pangan (Siwi T, 2010).

Penanganan Gizi Buruk di Daerah Garut

Berdasarkan hasil pemetaan dana penanggulangan gizi buruk di Jawa Barat dapat dilihat pada gambar 2.2.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terlihat daerah Kabupaten Garut untuk menaggulangi kasus gizi buruk dana yang digunakan adalah dana pemerintah yang diberi warna kuning pada peta (Dewi M, 2011). Sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam melakukan pelayanan bagi anak penderita gizi buruk yakni dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan tambahan selama tiga bulan. Anggaran dari APBD yaitu memberikan makanan tambahan senilai uang Rp.10.000 selama 90 hari untuk menurunkan penderita gizi buruk yang ditemukan hampir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Garut (Tabloidintan, 2017).

Konsumsi Ikan di Indonesia


AYO MAKAN IKAN! KARENA IKAN ITU ENAK DAN

MENCERDASKAN

Oleh : Ridwan Lukman Nulhakim

Sebagai negara maritim, Indonesia yang memiliki  luas laut 5,8 juta km2 dengan jumlah pulau 17.504 dan garis pantai 95.000 km, terpanjang kedua di dunia dianugerahi potensi kekayaan sumber daya ikan yang beraneka ragam dan melimpah.  Berdasarkan kajian, potensi sumber daya ikan nasional mencapai 65 juta ton/tahun  dengan rincian perikanan tangkap sebesar 7,4 juta ton/tahun dan budidaya sebesar  57,6 juta ton/tahun. Kondisi ini adalah anugerah bagi Bangsa Indonesia yang dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta pendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional.

Mewujudakan Ketahanan Pangan

Mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional mempunyai arti strategis berkaitan dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik, ketahanan nasional dan kemandirian bangsa. Secara filosofis, pangan menjadi kebutuhan dasar manusia, karena itu pemenuhannya menjadi bagian dari hak asasi setiap individu. Bagi pemeritah pemenuhan kecukupan pangan bagi seluruh rakyat merupakan kewajiban, baik secara moral, sosial, maupun hukum. Selain itu, pemenuhan kecukupan pangan merupakan investasi pembentukan sumberdaya manusia yang lebih baik/ berkualitas yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional dalam mewujudkan visi Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.

Hingga saat ini, pola konsumsi masyarakat Indonesia terhadap sumber pangan hewani secara umum masih rendah jika dibandingkan dengan pangan nabati. Pada tahun 2014, konsumsi protein hewani sebesar 32,1% dari total protein. Konsumsi protein hewani nasional masih sangat rendah dan perlu terus ditingkatkan. Rendahnya konsumsi protein tersebut berpotensi menghambat upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang absorbsi proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan produk hewani lain seperti daging sapi dan ayam, sumbangan protein ikan terhadap total protein hewani mencapai 57.1%. (Sumber Data BPS, 2014)

Ikan dapat menjadi salah satu solusi utama bagi permasalahan gizi di Indonesia. Ikan kaya akan gizi esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan. Ikan mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, asam lemak omega 3, 6, 9 yang baik manfaat nya untuk tubuh manusia. Kandungan asam amino dan omega 3 nya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bahan pangan sumber protein yang lain nya.

Dengan adanya Hari Ikan Nasional Kita Dukung Kedaulatan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Yang Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan Masyarakat. KKP memandang serius dan akan senantiasa mendukung terwujudnya hal tersebut.  Hal ini karena, pertama sebagai  pendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan nasional, kedua menjadi modal pembentukan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri dan sejahtera dan ketiga sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, KKP akan berupaya untuk terus mendorong peningkatan produksi, pengembangan pengolahan produk perikanan, penyediaan sarana pemasaran yang representatif, mengembangkan  sistem  logistik dan distribusi ikan yang mampu mendistribusikan ikan dari daerah produsen hingga konsumen. Selain itu juga mengembangkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) melalui  peningkatan  permintaan ikan, penyebarluasan informasi tentang kandungan gizi dan manfaat makan ikan, merubah  budaya dan persepsi yang salah tentang ikan dimasyarakat (seperti makan ikan menyebabkan anak cacingan, air susu ibu berbau amis dan korengan).

Distribusi Beras Bulog


DISTRIBUSI KILAT BERAS RASKIN “SOLUSI UNTUK

BERAS TIDAK LAYAK KONSUMSI”

oleh: Nyimas Rupiah

KECUKUPAN BERAS

Kecukupan pangan bagi masyarakat merupakan hak asasi yang wajib untuk dipenuhi, dan pemerintah selaku penyelenggara negara memiliki tanggung jawab untuk pemenuhannya. Hal tersebut sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang memandatkan kepada pemerintah selaku penyelenggara negara untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki negara bagi kemakmuran rakyatnya (Karo, 2015). Perum BULOG sebagai institusi yang ditugaskan pemerintah melaksanakan tugas tersebut, dibebani tanggung jawab untuk mengendalikan agar stok beras dapat tersedia dalam jumlah yang mencukupi melalui kebijakan-kebijakan yang dilaksanakannya. Perum BULOG mempunyai dua tugas, yaitu tugas publik dan tugas komersil. Dalam tugas publik, Perum BULOG melaksanakan penugasan pemerintah yaitu kegiatan usaha untuk menyediakan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, sedangkan dalam tugas komersial, Perum BULOG berupaya untuk mendapatkan profit. Perum BULOG sebagai BUMN masih belum optimal dalam menjalankan fungsinya dalam hal menciptakan profit bagi pemerintah. Laba yang tidak maksimal dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sistem distribusi yang tidak efektif dan efisien.

DISTRIBUSI KILAT

Distribusi adalah salah satu dari aspek marketing mix yang turut menentukan berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai (Itsnaeny at all, 2011). Pada pendistribusikan beras, maka ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Perum BULOG dalam menstabilkan harga yaitu pertama dengan melakukan operasi pasar untuk mengetahui berapa harga beras yang diberikan oleh produsen kepada konsumen. Kedua dengan cara penyaluran beras Raskin kepada masyrakat ekonomi lemah, untuk itulah kedua upaya tersebut merupakan peranan penting bagi bulog dalam menyalurkan beras kepada konsumen. Selain mempunyai peranan penting BULOG juga mempunyai asas manfaat yaitu dapat memenuhi target yang ditentukan/ditetapkan pemerintah dalam penampungan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang ditentukan,juga untuk konsumen dapat terpenuhinya kebutuhan pokok sehari hari.

Dalam hal pendistribusian beras kepada masyarakat ekonomi lemah, secara mutu dan kuliatas beras yang diterima oleh masyarakat banyak beras yang sudah tidak layak konsumsi. Bukan hanya bentuk beras yang dikatakan sudah tidak utuh lagi, tapi  banyak beras Raskin yang sudah berbau dan bekutu. Sistem penggudangan menggunakan sistem FIFO (Fire In First Out), namun yang menjadi permasalahannya adalah pada saat pendistribusian dengan waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkan banyak cemaran yang terjadi pada saat pendistribusian, dengan penyimpanan yang cukup lama kemudian pada saat pendistribusian yang juga cukup lama memungkinkan peluang besar banyak terjadinya cemaran pada beras. Meneurut Wibowo at al  (2009) Karakter beras yaitu, ukuran dan bentuk, warna, pengapuran (chalky), kandungan amilosa-amilopektin, konsistensi gel, suhu gelatinisasi, dan aroma beras secara umum dipengaruhi oleh faktor genetik danlingkungan.

Permasalahan yang ada sebenarnya bersumber dari lemahnya pengawasan dan pendistribusian terhadap beras raskin. Banyaknya para oknum yang menimbun beras, kemudian pendistribusian yang cukup lama yang menyebabkan mutu dan kualitas sulit dijaga. Pendistribusian yang seadanya mengakibatkan banyaknya cemaran yang terjadi, selama dalam perjalanan pengangkutan barang kemungkinan terjadinya cemaran terhadap beras sangat besar. Tersedianya stok beras di gudang tidak berjalan sesuai dengan peraturan sehingga kebijakan tidak berjalan dengan semestinya. Menurut hasil penelitian ini ialah beras tidak di beli langsung dari petani, tetapi dari pedagang pengumpul melalu mitra kerja. Dalam hal ini perlu adanya peranan pemerintan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kondisi di lapangan mengatakan bahwa, pemerintah sudah cukup tegas dalam menyikapi permasalahan tersebut. Contoh nyata dari upaya tersebut adalah adanya pengawasan penggudangan beras dan selanjutnya pengawasan terhadap beras yang akan didistribusikan ke konsumen. Upaya ini bertujuan agar kualitas beras yang akan didistribusikan kepada konsumen tetap terjaga, bahwa telah diperiksa pengawas dan beras yang akan didistribusikan benar-benar masih layak. Namun, permasalahannya pada saat terjadinya pendistribusian tersebut  dengan waktu yang cukup lama akan menyebabkan cemaran yang semakin tinggi pada beras. Mungkin pada saat pemeriksaan untuk pengeluaran beras dipegudangan kualitasnya masih layak. Namun, pada waktu pendistribusian untuk disalurkan kepada konsumen, di perjalanan yang memakan waktu cukup lama berpotensi terjadinya penurunan kualitas beras. Selain itu, pada saat pendistribusian kemungkinan cemaran oleh debu, polusi, suhu dan kelembaban yang mengakibatkan bertambahnya penurunan kualitas pada beras. Apalagi dengan pendisrtibusian yang lama dan cemara-cemaran semakin banyak.

Pendistribusian dengan cara cepat menjadi salah satu cara efektif untuk permasalahan tersebut. Pendistribusian cepat akan mengurangi cemaran yang teradi pada beras, bila awalnya pendistribusian memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai dan tersalurkan kepada konsumen, maka dengan pendistribusian cepat dengan waktu yang lebih singkat dari waktu pendistribusian sebelumnya akan membantu menjaga kualitas beras karena tidak terlalu lama bersentuhan dengan cemaran-cemaran yang akan terjadi pada saat pendistribusian.

Pihak yang dipercaya dapat memberikan perubahan pada sistem distribusi yaitu:

  1. Pemerintah yang dalam hal ini adalah sebagai regulator. Sebagai regulator, pemerintah memiliki andil dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat salah satunya dengan hal pemenuhan pangan bagi rakyat.
  2. BULOG, Instalasi ini diharapkan dapat memberikan pembinaan dan pengawasan dalam menjamin operasional penggudangan dan pendistribusian beras, menjamin pemerataan penyaluran beras Raskin kepada masyarakat ekomoni lemah, dan mengendalikan opersai pendistribusian yang baik
  3. Masyarakat sebagai peenerima dari penyaluran BULOG diharapkan memeriksa keadaan beras yang didapatkan.

Beberapa langkah strategis yang dapat digunakan untuk mewujudkan upaya-upaya tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan-permasalahan yang sesuai dengan bidang masing- masing.
  2. Pengoptamalisasian mutu beras dengan pembinaan, pengawasan, dan pendistribusian yang cepat untuk tetap menjaga kualitas beras agar tidak banyak tercemar.
  3. Melakukan perbaikan sarana dan prasarana, baik penggudangan maupun pendistribusian.

Langkah-langkah tersebut jika terfokus dan terlaksana, maka tidak menutup kemungkinan akan terciptanya masyarakat yang sejahtera dengan pemenuhan pasokan pangan, terutama beras Raskin yang dikatakan layak konsumsi bagi masyarakat dengan ekonomi lemah.

Cara Diet Sehat


DIET SEHAT

Apa diet, dan bagaimana Caranya?

Setiap Orang menginginkan Tubuh yang ideal, sehat dan asupan gizi seimbangnya terpenuhi. berikut ulasan tentang Diet Sehat oleh Sri Yuningsih mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Garut

Pengertian Diet

Di Indonesia kata diet lebih sering diartikan sebagai suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu padahal tidak hanya itu saja­. Menurut para ahli, diet adalah pengaturan jenis dan jumlah makanan dengan tujuan tertentu, antara lain seperti mempertahankan kesehatan serta status nutrisi dan membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit (Hartono, 2000). Menurut ahli kedokteran EGC (1994) diet adalah kebiasaan yang diperbolehkan dalam hal makanan serta minuman yang dikonsumsi oleh seseorang dalam setiap harinya. Terutama yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan dan memasukkan atau mengeluarkan bahan makanan tertentu (Hartantri, 1998). Sedangkan menurut Luxboy (2008) pengertian diet ialah diet yang seimbang atau diet normal untuk mendapatkan tubuh sehat terdiri atas semua elemen makanan yang diperlukan. Tujuannya untuk mengatur fungsi tubuh, membangun serta memelihara sel tubuh dibutuhkan protein, mineral, lemak dan vitamin.

Cara Diet 

 

Berikut ini adalah diet sehat untuk menurunkan berat badan. Memiliki tubuh ideal, langsing dan sehat adalah keinginan setiap orang khususnya dikalangan remaja putri, karena remaja putri lebih memperhatikan penampilannya. Kunci utama diet sehat adalah jangan menyerah!!! Menu makanan diet sehat haruslah memiliki kandungan karbohidrat. Karbohidrat terdiri dari simple sugars dan complex sugars sebagai sumber utama energi untuk tubuh. Simple sugars adalah glukosa yang terdapat dalam buah-buahan dan sirup jagung, dan fructose yang terdapat dalam buah-buahan dan madu. Seseorang yang melakukan pola hidup diet juga membutuhkan kandungan gula complex, seperti sucrose (gula pemanis), lactosa yang terdapat dalam produk susu dan starch (kanji) dalam berbagai tumbuhan.

Menu makanan diet sehat selanjutnya yaitu mengandung protein. Protein merupakan zat terbesar dalam tubuh setelah air. Protein memiliki fungsi utama sebagai komponen dalam pertumbuhan dan perkembangan pada tubuh manusia. Untuk itu, menu diet sehat harus mengandung protein, baik itu protein hewani ataupun nabati.

Menu makan diet sehat yaitu mengandung lemak. Lemak juga berfungsi sebagai penghasil energi untuk tubuh. Lemak meliputi lemak jenuh dan lemak tidak jenuh atau dikenal sebagai kolesterol. Ahli nutrisi merekomendasikan  lemak untuk diet sehat tidak lebih dari 30 % kalori (tidak kurang dari 10%).

Vitamin adalah bahan kimia organik yang mengatur metabolosme dan fungsi tubuh. Mereka digunakan dalam mengkonversi nutrisi menjadi energi, menghasilkan hormon dan menghancurkan produk limbah dan racun. Beberapa vitamin A, D, E dan K hancur dalam lemak dan disimpan dalam jaringan lemak tubuh. Vitamin tersisa B dan C larut dalam air. Penggunaan vitamin dalam tubuh sebagai cadangan makanan sangatlah sedikit jika berlebih maka akan dikeluarkan dalam bentuk limbah. Mineral juga dibutuhkan dalam diet sehat. Mineral adalah zat anorganik, seperti kalsium, fosfor, potasium, sodium, besi, yodium, dan seng yang penting dalam perkembangan dan fungsi tubuh. Misal: kalsium dan fosfor merupakan komponen tulang dan gigi; potasium dan sodium berperan dalam transmisi syaraf; dan besi penting dalam mengedarkan oksigen dalam tubuh.

Menu makanan untuk menurunkan berat badan diantaranya: menu makan pagi bisa anda sajikan susu rendah lemak, satu buah pisang dan satu lembar roti gandum. Menu makan siang konsumsilah makanan sehat dari sayuran segar seperti bayam, sawi dan kol, bisa ditambahkan kentang rebus untuk kebutuhan karbohidrat, untuk kebutuhan protein bisa dengan mengkonsumsi daging tanpa kulit secukupnya. Jika menjelang sore merasa lapar dapat mengkonsumsi buah-buahan segar seperti apel, jeruk, alpukat sebagai cemilan untuk diet. Menu makan malam dapat mengkonsumsi kembali sayuran berupa lalapan yang direbus, telur rebus dan minuman teh hijau hangat tanpa gula. Untuk asupan karbohidrat bisa dengan roti dan serealia. Selain itu, perbanyaklah minum air putih. Hal terpenting dalam diet sehat yaitu menghindari makanan yang digoreng dan kurangi makanan yang ditambahkan penyedap rasa, garam dan gula, hidari juga makan di malam hari, makanlah 4-6 jam sebelum tidur karena jika makan dan langsung tidur zat makanan tersebut akan ditimbun menjadi lemak di dalam tubuh yang menyebabkan kegemukan dan dapat menyebabkan diabetes.

Teknologi Pangan


TEKNOLOGI PANGAN 

Apa itu, dan kemana arah lulusannya?

Bingung Melanjutkan Kuliah, apalagi anda seseorang yang memeliki basic dibidang Kuliner. artikel ini akan memberikan informasi tentang Program Studi Teknologi Pangan.

Apa itu Teknologi Pangan?

Teknologi pangan adalah suatu teknologi yang menerapkan ilmu pengetahuan tentang bahan pangan khususnya setelah panen (pasca panen) dengan pengaplikasian sortasi, pengawetan, pemrosesan, distribusi, hingga bahan pangan yang aman dan bernutrisi guna memperoleh manfaatnya seoptimal mungkin sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah dari pangan tersebut.

Olahan Pangan

Olahan Pangan

Sejarah Teknologi Pangan

Sejarah Teknologi pangan ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan yang sudah terjadi hingga sampai sekarang. namun pada saat itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya secara konvensional tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terkait pangan. Namun Louis paster yang memulai Aplikasi teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan ketika mencoba untuk mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggur setelah melakukan penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. Louis Paster juga menemukan proses yang disebut pasteurisasi, yaitu pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada didalamnya dengan perubahan sifat sifat dari susu yang minimal.

dari penemuan dan penelitian itu berkembangklah pengolahan makanan yang pengaplikasiannya dengan teknologi sehingga memperkaya cita rasa, nutrisi, keamanan, dan umur simpan suatu produk olahan pangan.

Apa saja yang dipelajari?

Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan akan mempelajari berbagai macam hal yang terkait dengan pasca panen mulai dari hasil pertanian, peternakan, perikanan, teknologi pemrosesan hingga pangan layak dan aman untuk dikonsumsi serta mutu nutrisinya tetap terjaga. ilmu yang dipelajari meliputi tentang teknik pengawetan produk pangan, kimia pangan, biokimia pangan dan gizi, rekayasa proses, pengemasan, mikrobiologi pangan, dll.

Karir Teknologi Pangan

lulusan Teknologi Pangan dapat berkarir di bidang Quality Control (QC) atau Quality Assurance (QA), konsultan pangan, lingkup pemerintaha seperti BPOM, LIPI, Perindustrian, UMKM, Research and Development, dan Wirausahawan.

Pengendalian Mutu Produk Pangan

Sarjana Teknologi Pangan yang baru lulus biasanya diterima bekerja di bagian Pengendalian mutu. Tugasnya memastikan proses pengolahan olahan pangan di pabrik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pengembangan Produk

Bagian yang elit adalah Product Development, pengetahuan yang sangat mempuni dalam bidang teknologi pangan adalah jaminan untuk menjadi seorang pengembang produk makanan di suatu pabrik.

 

Prospek Kewirausahaan 

 

Kewirausahaan dalam bidang  olahan makanan dapat menjadi suatu ide kreatif yang menjanjikan dengan latar belakang wilayah indonesia yang agraris, dengan sentuhan Teknologi, kreatifitasnya sendiri, serta kemauaan dan tekad dalam beriwirausaha, olahan pangan daerah akan menjadi nilai jual yang sangat tinggi dipasaran. Dengan tuntutan zaman dan teknologi maka seorang Sarjana Teknologi Pangan harus selalu kreatif dalam mengolah bahan pangan agar memenuhi permintaan konsumen yang tidak akan pernah merasa puas akan suatu produk.

Kuliah di Teknologi Pangan

Kuliah merupakan suatu proses pembelajaran baik itu dari segi pengetahuan, pengalaman, moral, etika,  dan karakter seseorang untuk sautu tujuan mncetak manusia berintelektual. sebagian orang ada yang asal asal masuk kuliah, dan banyak juga dengan tekad yang kuat.

setiap orang memiliki passion yang berbeda, jika anda memiliki hasrat kuat dibidang makanan, kesehatan, sains, terutama kuliner. Kuliahlah di Program Studi Teknologi Pangan.