Distribusi Beras Bulog


DISTRIBUSI KILAT BERAS RASKIN “SOLUSI UNTUK

BERAS TIDAK LAYAK KONSUMSI”

oleh: Nyimas Rupiah

KECUKUPAN BERAS

Kecukupan pangan bagi masyarakat merupakan hak asasi yang wajib untuk dipenuhi, dan pemerintah selaku penyelenggara negara memiliki tanggung jawab untuk pemenuhannya. Hal tersebut sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang memandatkan kepada pemerintah selaku penyelenggara negara untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki negara bagi kemakmuran rakyatnya (Karo, 2015). Perum BULOG sebagai institusi yang ditugaskan pemerintah melaksanakan tugas tersebut, dibebani tanggung jawab untuk mengendalikan agar stok beras dapat tersedia dalam jumlah yang mencukupi melalui kebijakan-kebijakan yang dilaksanakannya. Perum BULOG mempunyai dua tugas, yaitu tugas publik dan tugas komersil. Dalam tugas publik, Perum BULOG melaksanakan penugasan pemerintah yaitu kegiatan usaha untuk menyediakan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, sedangkan dalam tugas komersial, Perum BULOG berupaya untuk mendapatkan profit. Perum BULOG sebagai BUMN masih belum optimal dalam menjalankan fungsinya dalam hal menciptakan profit bagi pemerintah. Laba yang tidak maksimal dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sistem distribusi yang tidak efektif dan efisien.

DISTRIBUSI KILAT

Distribusi adalah salah satu dari aspek marketing mix yang turut menentukan berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai (Itsnaeny at all, 2011). Pada pendistribusikan beras, maka ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Perum BULOG dalam menstabilkan harga yaitu pertama dengan melakukan operasi pasar untuk mengetahui berapa harga beras yang diberikan oleh produsen kepada konsumen. Kedua dengan cara penyaluran beras Raskin kepada masyrakat ekonomi lemah, untuk itulah kedua upaya tersebut merupakan peranan penting bagi bulog dalam menyalurkan beras kepada konsumen. Selain mempunyai peranan penting BULOG juga mempunyai asas manfaat yaitu dapat memenuhi target yang ditentukan/ditetapkan pemerintah dalam penampungan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang ditentukan,juga untuk konsumen dapat terpenuhinya kebutuhan pokok sehari hari.

Dalam hal pendistribusian beras kepada masyarakat ekonomi lemah, secara mutu dan kuliatas beras yang diterima oleh masyarakat banyak beras yang sudah tidak layak konsumsi. Bukan hanya bentuk beras yang dikatakan sudah tidak utuh lagi, tapi  banyak beras Raskin yang sudah berbau dan bekutu. Sistem penggudangan menggunakan sistem FIFO (Fire In First Out), namun yang menjadi permasalahannya adalah pada saat pendistribusian dengan waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkan banyak cemaran yang terjadi pada saat pendistribusian, dengan penyimpanan yang cukup lama kemudian pada saat pendistribusian yang juga cukup lama memungkinkan peluang besar banyak terjadinya cemaran pada beras. Meneurut Wibowo at al  (2009) Karakter beras yaitu, ukuran dan bentuk, warna, pengapuran (chalky), kandungan amilosa-amilopektin, konsistensi gel, suhu gelatinisasi, dan aroma beras secara umum dipengaruhi oleh faktor genetik danlingkungan.

Permasalahan yang ada sebenarnya bersumber dari lemahnya pengawasan dan pendistribusian terhadap beras raskin. Banyaknya para oknum yang menimbun beras, kemudian pendistribusian yang cukup lama yang menyebabkan mutu dan kualitas sulit dijaga. Pendistribusian yang seadanya mengakibatkan banyaknya cemaran yang terjadi, selama dalam perjalanan pengangkutan barang kemungkinan terjadinya cemaran terhadap beras sangat besar. Tersedianya stok beras di gudang tidak berjalan sesuai dengan peraturan sehingga kebijakan tidak berjalan dengan semestinya. Menurut hasil penelitian ini ialah beras tidak di beli langsung dari petani, tetapi dari pedagang pengumpul melalu mitra kerja. Dalam hal ini perlu adanya peranan pemerintan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kondisi di lapangan mengatakan bahwa, pemerintah sudah cukup tegas dalam menyikapi permasalahan tersebut. Contoh nyata dari upaya tersebut adalah adanya pengawasan penggudangan beras dan selanjutnya pengawasan terhadap beras yang akan didistribusikan ke konsumen. Upaya ini bertujuan agar kualitas beras yang akan didistribusikan kepada konsumen tetap terjaga, bahwa telah diperiksa pengawas dan beras yang akan didistribusikan benar-benar masih layak. Namun, permasalahannya pada saat terjadinya pendistribusian tersebut  dengan waktu yang cukup lama akan menyebabkan cemaran yang semakin tinggi pada beras. Mungkin pada saat pemeriksaan untuk pengeluaran beras dipegudangan kualitasnya masih layak. Namun, pada waktu pendistribusian untuk disalurkan kepada konsumen, di perjalanan yang memakan waktu cukup lama berpotensi terjadinya penurunan kualitas beras. Selain itu, pada saat pendistribusian kemungkinan cemaran oleh debu, polusi, suhu dan kelembaban yang mengakibatkan bertambahnya penurunan kualitas pada beras. Apalagi dengan pendisrtibusian yang lama dan cemara-cemaran semakin banyak.

Pendistribusian dengan cara cepat menjadi salah satu cara efektif untuk permasalahan tersebut. Pendistribusian cepat akan mengurangi cemaran yang teradi pada beras, bila awalnya pendistribusian memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai dan tersalurkan kepada konsumen, maka dengan pendistribusian cepat dengan waktu yang lebih singkat dari waktu pendistribusian sebelumnya akan membantu menjaga kualitas beras karena tidak terlalu lama bersentuhan dengan cemaran-cemaran yang akan terjadi pada saat pendistribusian.

Pihak yang dipercaya dapat memberikan perubahan pada sistem distribusi yaitu:

  1. Pemerintah yang dalam hal ini adalah sebagai regulator. Sebagai regulator, pemerintah memiliki andil dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat salah satunya dengan hal pemenuhan pangan bagi rakyat.
  2. BULOG, Instalasi ini diharapkan dapat memberikan pembinaan dan pengawasan dalam menjamin operasional penggudangan dan pendistribusian beras, menjamin pemerataan penyaluran beras Raskin kepada masyarakat ekomoni lemah, dan mengendalikan opersai pendistribusian yang baik
  3. Masyarakat sebagai peenerima dari penyaluran BULOG diharapkan memeriksa keadaan beras yang didapatkan.

Beberapa langkah strategis yang dapat digunakan untuk mewujudkan upaya-upaya tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan-permasalahan yang sesuai dengan bidang masing- masing.
  2. Pengoptamalisasian mutu beras dengan pembinaan, pengawasan, dan pendistribusian yang cepat untuk tetap menjaga kualitas beras agar tidak banyak tercemar.
  3. Melakukan perbaikan sarana dan prasarana, baik penggudangan maupun pendistribusian.

Langkah-langkah tersebut jika terfokus dan terlaksana, maka tidak menutup kemungkinan akan terciptanya masyarakat yang sejahtera dengan pemenuhan pasokan pangan, terutama beras Raskin yang dikatakan layak konsumsi bagi masyarakat dengan ekonomi lemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *