EFEK JUNK FOOD (MAKANAN SAMPAH) UNTUK REMAJA


EFEK JUNK FOOD (MAKANAN SAMPAH) UNTUK

REMAJA

JUNK FOOD

USIA REMAJA

Usia remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Pada masa pertumbuhan, usia remaja membutuhkan asupan zat gizi yang lengkap serta pola makan yang sehat dan teratur. Asupan zat gizi yang kurang lengkap dapat berpotensi menimbulkan masalah gizi pada remaja. Masalah asupan gizi pada remaja akan mempengaruhi kesehatannya. Timbul masalah gizi pada remaja dikarenakan pola makan yang salah dan juga jenis makanan yang dikonsumsinya.. Sekarang ini banyak remaja yang mengkonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji atau junk food yang mengandung jumlah lemak yang besar. Kehadiran junk food dalam industri makanan indonesia dapat mempengaruhi pola makan remaja, junk food akan memberikan efek buruk pada remaja yang gemar mengkonsumsinya. Salah satu efek buruk dari mengkonsumsi junk food adalah kegemukan atau obesitas karena junk food merupakan jenis makanan yang tinggi kandungan garam, gula, lemak dan tinggi kalori serta rendah nutrisi. Junk food juga dapat diartikan sebagai makanan rongsokan atau makanan yang tak berguna. Makanan yang dijadikan sebagai perilaku gaya hidup yang muncul karena globalisasi dan modernisasi ini tidak memiliki nilai-nilai nutrisi yang baik bagi tubuh.

KONSUMSI JUNK FOOD SAAT INI

Pada saat ini konsumsi junk food telah menjadi bagian dari perilaku remaja dan anak sekolah di luar rumah, junk food sebagian besar berasal dari negara barat, seperti KFC, Pizza Hut, Hamburger, dan jenis cemilan lainnya yang sering di anggap sebagai kehidupan modern dan juga makanan favorit oleh anak remaja maupun anak sekolah pada zaman sekarang. Gaya hidup yang berlebihan dalam mengkonsumsi makanan ini dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas yang akan memberikan pengaruh buruk pada perkembangan dan pertumbuhan usia remaja. Oleh karena itu, konsumsi makanan di usia remaja harus diperhatikan, harus selektif dalam memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi tidak hanya memperhatikan kepraktisan dan rasanya saja tapi juga perhatikan nilai gizi yang terkandung didalamnya serta bagaimana proses pengolahanya, maka dapat dikatakan makanan tersebut adalah makanan yang sehat dan baik bagi tubuh.

 

Widi Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *