Kasus Gizi Buruk


Kasus Gizi Buruk yang Terjadi pada Anak-anak

oleh : Sri Yuningsih

Gizi buruk merupakan suatu keadaan kekurangan gizi yang disebabkan oleh asumsi energi yang kurang dalam makanan yang dikonsumsi setiap harinya sehingga tidak memenuhi AKG (Angka Kecukupan Gizi). Ribuan balita di Kabupaten Garut mengalami gizi buruk. Kasus gizi buruk di Kabupaten Garut terjadi hampir di seluruh pelosok atau wilayah Kabupaten Garut. Sedangkan angka tertinggi berada di wilayah Garut Selatan. Faktor terjadinya ribuan balita di Kabupaten Garut alami gizi buruk disebabkan karena kurangnya pengetahuan orang tua dan lemahnya ekonomi (Andri B, 2016).

Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 54% kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Di negara-negara berkembang khususnya Indonesia angka kematian balita masih cukup tinggi.  Masalah gizi buruk pada anak masih menjadi salah satu poin penting yang terus dibahas dalam Millenium Development Goals (MDGs) (United Nations, 2013).

Kurang gizi pada masa Golden Age bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Kekurangan gizi pada balita di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun (Anik S, 2017). Dampak negatif kurang gizi pada balita yaitu berdampak terhadap pertumbuhan fisik maupun mental, menurunkan daya tahan tubuh, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat balita, bahkan menimbulkan kecacatan, meningkatkan angka kesakitan serta angka kematian (Rahim, 2014).

Faktor yang menyebabkan gizi buruk yaitu dibagi menjadi dua diaantaranya:

  • Faktor Langsung

Faktor penyebab langsung status gizi diantaranya: kurang adekuatnya intake asupan makanan yang mengandung protein dan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, perbedaan sosial dan budaya tentang kebiasaan makan yang mempengaruhi nutrisi, kurang pengetahuan tentang nutrisi, kelebihan makanan baik dalam jumlah maupun kualitas yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, adanya penyakit yang menyertai seperti pencernaan, absorspi makanan, gagal menyusun menu berdasarkan tingkat aktifitas dan istirahat (Purwaningrum, 2011).

  • Faktor Tidak Langsung

Faktor penyebab tidak langsung antara lain: pengetahuan ibu, pendidikan ibu, penghasilan keluarga, pola pengasuhan anak dan riwayat pemberian ASI eksklusif (Lastanto, 2014).

Gizi Buruk di Kabupaten Garut

Anak di bawah lima tahun (balita) banyak mengalami gizi buruk hal ini dikarenakan pada kelompok usia balita membutuhkan zat-zat gizi yang sangat besar dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Gizi buruk adalah kondisi seseorang yang nutrisinya jauh di bawah rata-rata (Putri R, 2015).

Jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Garut hingga kini mencapai 217 atau 0,09% dari jumlah sasaran keseluruhan 23.895 anak usia balita. Meski angkanya menurun dari jumlah pada tahun sebelumnya, jumlah angka penderita gizi buruk masih terbilang cukup tinggi (Tabloidintan, 2017).

Pada tahun 2010 persentase kasus berat badan kurang di Kabupaten Garut cukup tinggi yaitu 8,13%, faktor yang menyebabkan kasus gizi buruk di Kabupaten Garut yaitu karena kurangnya pendidikan/pengetahuan orang tua serta rendahnya pendapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Dewi M, 2011). Selain itu, faktor yang menyebabkan ribuan balita di Kabupaten Garut mengalami gizi buruk karena Kabupaten Garut merupakan daerah yang rawan akan pangan dilihat dari segi konsumsi pangan (Siwi T, 2010).

Penanganan Gizi Buruk di Daerah Garut

Berdasarkan hasil pemetaan dana penanggulangan gizi buruk di Jawa Barat dapat dilihat pada gambar 2.2.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terlihat daerah Kabupaten Garut untuk menaggulangi kasus gizi buruk dana yang digunakan adalah dana pemerintah yang diberi warna kuning pada peta (Dewi M, 2011). Sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam melakukan pelayanan bagi anak penderita gizi buruk yakni dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan tambahan selama tiga bulan. Anggaran dari APBD yaitu memberikan makanan tambahan senilai uang Rp.10.000 selama 90 hari untuk menurunkan penderita gizi buruk yang ditemukan hampir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Garut (Tabloidintan, 2017).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *