POLA GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK ANAK


PENERAPAN POLA GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK-ANAK DI INDONESIA

Indonesia tergolong negara dengan status kekurangan gizi yang tinggi karena masih tingginya angka washing (kurus) dan stunting pada tahun 2013 sekitar 13,5 % washing, dan 36,4% stunting (WHO, 2014). Dengan melihat permasalahan tersebut maka diperlukan solusi untuk mengurangi bertambahnya wasted dan stunting di Indonesia yaitu dengan menerapkan pola gizi seimbang.

Untuk pola gizi seimbang sendiri sebenarnya sudah lama diterapkan oleh beberapa negara maju. Indonesia baru menerapkan pola gizi seimbang pada tahun 1996 yang kemudian disempurnakan pada tahun 2010. Sebelum tahun 1996 pada tahun 1950-an Indonesia menerapkan pola makan 4 sehat 5 sempurna dimana kedua pola tersebut memiliki perbedaan yaitu pada 4 sehat 5 sempurna  berisi pesan makan nasi, lauk, sayur, buah dan minum susu. Sedangkan dalam pola gizi seimbang tidak hanya tentang keanekaragaman makanan, tetapi dilengkapi juga dengan menjaga kwbersihan diri, aktivitas fisik secara teratur dan mempertahankan berat badan normal.

Pola gizi seimbang memiliki pengertian sebagai susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip-prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Ada 10 pesan gizi seimbang yaitu

  1. Syukuri dan keanekaragaman makanan
  2. Banyak makan dan cukup buah
  3. Biasakan konsumsi aneka ragam makanan pokok
  4. Biasakan konsumsi lauk pauk yang berprotein tinggi
  5. Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak
  6. Biasakan Sarapan Pagi
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Dengan menerapkan 10 pesan gizi ini kepada masyarakat Indonesia khususnya anak-anak maka Indonesia dapat mengurangi angka stunting dan wasting di Indonesia. Dalam hal ini pemerintah juga harus ikut berperan dalam menerapkan pola gizi seimbang dengan memberikan penyuluhan akan pentingnya penerapan pola gizi seimbang.

Hanief Ilestin Maharani

Mahasiswa Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian

Universitas Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *