ZAT KIMIA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK


Waspadalah! Zat Kimia Berbahaya

yang Terdapat pada Jajanan Anak SD

 JAJANAN ANAK

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia untuk memenuhi kebuhutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi apa yang akan terjadi jika makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melainkan sebaliknya makanan yang dikonsumsi membahayakan kesehatan. Untuk itu kita harus memperhatikan keamanan pangannya terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.

Pada jaman sekarang banyak sekali makanan khususnya jajanan anak SD yang menggunakan bahan tambahan makanan, tujuan penggunaan BTP yaitu untuk menambahkan cita rasa, untuk mendapatkan tampilan warna yang lebih menarik serta untuk mengawetkan. Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 No.1168/Menkes/PER/X/1999 secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempuyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi (termasuk organoleptik) pada pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pewadahan, pembungkusan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan (langsung atau tidak langsung) suatu komponan yang mempengaruhi sifat khas makanan.

Pada dasarnya penggunaan BTP adalah diperbolehkan asalkan sesuai dengan aturan atau dosis yang telah ditetapkan, berbeda lagi dengan bahan tambahan seperti zat kimia yang berbahaya yang kerap ditemukan dibeberapa produk makanan sangat tidak diperbolehkan atau dilarang. Berdasarkan data dari BPOM tahun 2007 menunjukkan bahwa pada jajanan anak sekolah (PJAS) dari 478 sampel SD di 26 provinsi terdeteksi 49,43% tidak memenuhi persyaratan (TMS). PJAS tersebut terindikasi menggunakan pewarna rhodamin B, pengawet TMS, boraks dan formalin. Keadaan ini apabila dibiarkan akan berdampak kurang baik terhadap kondisi kesehatan anak, karena 78% anak sekolah jajan di sekolah dan sekitar 36% asupan energi terpenuhi dari PJAS (Anonim, 2007).

Berikut adalah ciri-ciri makanan yang mengandung bahan tambahan berbahaya yang kerap ditemukan pada jajanan anak SD.

Formalin

 FORMALIN

Mi basah berformalin: Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10ºC).

Tahu berformalin: Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat. Tidak rusak sampai 3 hari dalam suhu kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas.

Boraks

BORAKS

Bakso: Teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi lebih cenderung keputihan.

Snack: Misalnya lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan memberikan rasa getir.

Kerupuk: Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

Ciri-ciri Es Krim yang mengandung bahan tambahan berbahaya

  • Menggunakan pewarna tekstil/rodamin warna es krim lebih mencolok
  • Rasa manisnya lebih tahan, meskipun es krim sudah ditelan, akan tetapi manisnya masih terasa.

Rhodamin B dan methanyl yellow

Rhodamin B dan methanyl yellow

Ciri makanan yang menggunakan pewarna rhodamin B dan methanyl yellow yaitu warnanya mencolok, cerah mengilap, warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal), ada sedikit rasa pahit, muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya (kompas, 2011).

Sebagai orang tua kita harus memperhatikan serta menjaga apa saja yang dikonsumsi anaknya, karena jika keseringan mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan tambahan berbahaya dapat mengganggu kesehatan jangka panjang seperti kangker darah, kangker otak, kerusakan ginjal, diabetes, tumor, liver dan berbagai penyakit lainnya.

OLEH: SRI YUNINGSIH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *